Saturday, June 25, 2016

Love in silence



Dalam diamku kusimpan satu rasa untukmu..
Tapi juga tak penting tuk kau tahu..
Biarlah jadi sepenggal rahasia di hidupku..
Yang mungkin kelak akan berlalu..
Tertumpuk oleh lembaran-lembaran baru..

Sunday, January 10, 2016

Suka Duka Menjadi Komting



only Sharing guys !!!
Suka Duka Menjadi Komting
By Anna Lisstya

Semua berawal ketika saya terpilih menjadi komting kelas, tepatnya pada saat awal memasuki semester 3. Jadi waktu itu adalah hari pertama bagi saya dan teman-teman sekelas berangkat kuliah setelah sekian lama libur. Komting lama sebut saja namanya Bu Han (setiap mahasiswa yang menjabat menjadi komting biasanya akan dipanggil dengan sebutan “Bu Komting/ Bu Kom untuk perempuan” sebagai simbol menghormati orang tersebut, padahal ini malah jadi kesannya tua gitu ya), Bu Han menggiring kami untuk masuk ke ruang d101 (kalau tidak salah). Setelah dirasa teman-teman mahasiswa sudah hadir semua, langsung saja Bu Han maju ke depan dan memulai membacakan agenda hari ini. Setelah Bu Han bicara panjang lebar dan endingnya Bu Han berkesimpulan bahwa pada tepat hari itu diadakan pemilihan calon pengurus kelas yang baru yang antara lain ada komting (disini komting memiliki kedudukan/jabatan tertinggi dibandingkan jajaran pengurus kelas yang lain), selain itu ada wakil komting, sekretaris, bendahara dan PJ (Penanggung jawab) makul & sms.

Komting di dunia perkuliahan sama artinya dengan ketua kelas. Yang merupakan jembatan antara mahasiswa dengan dosen. Ketika mahasiswa ingin tanya sesuatu ke dosen biasanya komting yang mewakili tapi tidak melulu seperti itu juga, bisa saja mahasiswa tersebut tanya ke dosennya langsung kalau itu menyangkut tugas pribadinya dia. Jabatan ini dipilih oleh mahasiswa satu kelas. Waktu itu saat Bu Han menanyakan kepada teman-teman sekelas siapa yang selanjutnya bersedia menjadi “the next-komting”, hasilnya nihil tak satu pun mahasiswa yang lantang mencalonkan dirinya sendiri. Namun tak berselang lama kemudian terdengar seseorang yang menyebutkan nama oranglain untuk dicalonkan (aduh ini nggak gentle banget) dia berteriak menjagokan si “A....”. selanjutnya dari arah berlawanan ada yang menyebut nama “B....”. Kemudian “C....”. Disusul dari arah lain ada yang memekik menyebut nama saya “Ana...”. Dari belakang kemudian menyuarakan diri menyebut nama “D... dan E....”. Semua nama yang disebutkan tadi di tulis oleh Bu Han menggunakan spidol hitam snowman di papan whiteboard kelas, beliau kemudian berkata : “oke karna semua nama sudah terkumpul maka untuk mempercepat waktu mari kita lakukan voting saja ya teman-teman. Untuk siapa yang akan dipilih silahkan kalian tulis dikertas yang nanti saya akan bagikan. Begitu saja yaa...” ucapnya dengan gaya khas nan cetar membahana bak artis kontroversial syahrini. Segera saja dengan tergopoh-gopoh saya menyuruh teman-teman diblok belakang untuk tidak memilih saya. Pikir saya dalam hati “wah bahaya kalau saya yang terpilih jadi komting mau jadi apa kelas ini, saya tidak ngerti masalah beginian, saya minim pengalaman soal beginian, haduhhh worry saya”.

Setelah proses voting selesai, semua kertas pemilihan tadi dikumpulkan ke depan, selanjutnya satu per satu hasil voting di bacakan oleh Bu Han, dan ada satu orang yang menuliskan hasil votingan tadi ke whiteboard, sedangkan yang lain duduk manis menyimak dengan serius. Awalnya saya biasa saja, tapi lama-lama kok worry juga alias khawatir akan nasib saya perasaan nama saya di panggil terus dari tadi “ALAMAKKK.. ini pasti ada kongkalikong ini hadehh !!!” . kemudian setelah hasil voting ditotal dan benar saja nama saya menduduki jumlah tertinggi dari hasil voting, langsung rasanya merinding saya. Dengan begitu langsung saja saya dicap sah menjadi komting, raut muka saya masih terheran-heran nyaris tidak percaya. Alasan apa yang mendasari teman-teman memilih saya sulit untuk saya korek jawabannya, masak iya mereka asal pilih untuk menunjuk siapa yang bakal jadi “the next-komting” lha kalau mereka salah pilih dan komtingnya tidak becus repot juga mereka. Bingung saya harus senang atau sedih dengan kenyataan itu, saya sampai pukul pipi saya karena rasanya seperti mimpi tapi ternyata bukan, buktinya sakit pipi saya kena pukul sendiri. Hahaha.

Bu Han kemudian mengajak saya untuk maju ke depan, untuk mengucapkan sepatah maupun dua patah kata. Saya bingung mau bicara apa jadi saya bicara kurang lebih begini “assalam...teman-teman... e... e... e... sebelumnya saya mengucapkan terimakasih karena sebagian besar dari kalian ternyata memilih saya, ini artinya bahwa teman-teman mempercayai saya memikul tanggungjawab ini. Semoga saya bisa amanat, mohon partisipasinya dari teman-teman karena saya tidak bisa melakukannya sendiri” (kurang lebih seperti itulah kata-kata pertama saya setelah menyandang status sebagai komting, rasanya nervous setengah mati belum lagi teman-teman serius gitu memperhatikan saya, saya hanya tersenyum hambar).

Sejak saat itu hari-hari begitu sibuk rasanya. Lebih sibuk dari anak-anak mahasiswa yang lain. Dulu bisa nyantai sekarang hampir tidak bisa nyantai ya begitulah setelah menjadi komting, sontak langsung saja mereka memanggil saya “Bu Kom atau Bu Ana” yaelah. Untuk awal-awal begitu berat dengan status ini, tapi sambil jalan saya belajar banyak setelah menyandang status baru ini sahingga saya berusaha ikhlas-ikhlasin saja dan menikmatinya. Mantan komting alias Bu Han juga awal-awal membantu saya bagaimana mengurus ini kelas, bagaimana cara mengkoordinirnya, bagaimana cara menghubungi dosen dan lain sebagainya. Suka dukanya jadi komting itu banyak luar biasa sampai rasanya kenyang saya makan asam, manis, asin dan pahitnya dengan pengalaman ini. Sejak menjadi komting tentunya saya menjadi sosok yang dikenal oleh dosen, teman-teman mahasiswa sekelas dan kelas sebelah juga, serta staff TU (Tata Usaha). Hp juga jadi ramai terus, ada-ada saja pesan masuk. 

Saat menjadi komting bak berubah menjadi superhero. Mengkoordinir mahasiswa sebanyak 29 orang dengan berlatar sosial-budaya yang beda-beda serta watak dan pemikiran yang beda-beda pula, itu sangat tidak mudah terlebih bagi saya. Menjadi komting sangat menguras tenaga, waktu, pulsa dan pikiran. Bayangkan saya yang notabene mahasiswa wanita yang biasa-biasa saja menjelma menjadi wanita perkasa bak wonder woman membawa-bawa LCD proyektor yang biasanya diambil di  TU lantai 2 ke ruang kelas, padahal saya sudah buat peraturan kalau tugas mengambil absensi & LCD itu tugasnya tim bagian PJ makul tapi kadang mereka nyepelekan gitu, akhirnya disini saya yang repot, tidak masalah kalau LCD proyektornya langsung bisa nyala (tidak rusak) lha kalau LCDnya pas eror saya harus bolak-balik ngambil LCD baru di TU itu yang pernah saya alami, tidak masalah kalau ruang kelasnya masih selantai dengan ruang TU tempat mengambil LCD, lha kalau kelasnya beda lantai akhirnya ngos-ngosan saya bolak-balik, mana yang lain kadang tidak pada peka lagi, perasaan komting mulu yang harus peka sengsara amat dah nasib komting, komting kan juga manusia.
Menjadi komting selain harus siap mental juga harus sedia pulsa setiap saat, jaga-jaga kalau ada info bisa langsung share ke yang lain. Beruntung untuk masalah share info lewat sms saya tidak terlalu repot. Jadi saya cuma sms ke beberapa anak saja setelah itu nanti ada tim tersendiri bagian share info (PJ sms) yang akan nyebarin ke yang lain, jadi disitu saya merasa aman tidak ada masalah kecuali kalau ada yang tidak kebagian info biasanya langsung menghubungi saya untuk nanya langsung. Terkadang sebel juga kenapa infonya tidak bisa ke share kesemua anak, kenapa?, ada yang bilang “sory pulsa saya habis.. jadi tidak bisa share” lha kok masalah sepele begitu dijadikan alasan sangat tidak masuk akal? Kasihan kan yang tidak dapat info jadi tidak tahu agenda kuliahnya apa, ada info tugas apa dll. Rasanya ingin memarahi itu anak tapi saya tidak berani dikiranya sok ngaturlah,inilah,itulah yaa ampun. Saya saja bela-belain Hp full pulsa sampai merelakan uang jajan segala. Jujur saja jadi komting lumayan menguras kocek, buat beli apalagi kalau bukan pulsa. Kadang beli pulsa langsung habis buat telpon dosen X, ya begitulah. Menjadi komting itu jabatan yang suka rela, tidak ada bayaran, yaa mentok-mentoknya mungkin cuma dapet nilai tambahan dari dosen tertentu saja yang menghargai posisi komting itu bagaimana repotnya (tidak semua dosen lho ya), intinya komting itu tugas yang mulia bak pahlawan tanpa tanda jasa bagi yang serius menjalankan tanggungjawabnya lho ya. Hehehe

Menjadi komting dibutuhkan kesabaran yang ekstra. Kenapa saya bilang begitu, itu karena sebagai komting hendaknya jangan mudah marah atau terpancing emosinya. Harus bisa benar-benar mengendalikan diri. Karena menjadi komting akan ada banyak sekali keadaan yang menguji kesabaran. Misalnya saja ketika dosen mendadak susah dihubungi, atau ketika dosennya mendadak sms jamnya minta diganti padahal mahasiswa sudah stand by di kelas atau ketika dosen datang terlambat melampaui batas. Disaat itulah  komting menjadi sasaran amarah, kekecewaan bahkan amukan mahasiswa yang tak terbendung (tidak usah dibayangkan hehehe !!!).
Penuh perjuangan menjadi komting itu, walau terkadang seperti tak dianggap atau bahkan diabaikan oleh mahasiswa. Misalnya ketika kita sedang memberi pengumuman di kelas ternyata tidak ada yang mendengarkan atau malah pada asik ngobrol sendiri (Busyet dah sakitnya tuh disini “nunjuk hati”). Giliran sudah selesai pengumumannya, dan saya beranjak keluar kelas eh pada tanya “ eh tadi pengumuman apa ya??”. Ya ampun tadi saya ngomong penuh perjuangan gitu kamu nggak dengerin.. capek saya ngomong terus. Ingat ya ingat, komting kan juga manusia.
Menjadi komting juga harus selalu update tentang segala info yang ada, yang terpenting tentang jadwal perkuliahan dan info tugas-tugas. Jangan sampai tidak tahu, nanti bisa repot. Menjadi komting juga harus menjaga tata krama ketika akan menghubungi dosen atau menemui dosen sebab seringkali ada miss-komunikasi dengan dosen, itu sering saya alami selama menjabat jadi komting, intinya kita yang sebagai mahasiswa harus berbaik-baiklah sama dosen terlebih-lebih kalau ada miss-komunikasi segeralah diselesaikan agar semuanya clear dan meminta maaf baik secara langsung maupun melalui via telpon, walau tak jarang juga sebetulnya si dosennya yang salah kadang.
Itu sajalah kiranya yang dapat saya ceritakan tentang pengalaman saya setelah kurang lebih 2 semester menjabat sebagai komting, saya merasa setahun belakangan ini saya banyak pengalaman baru yang sebelumnya belum pernah saya dapatkan darimanapun. Ada pepatah yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik kehidupan. Itu memang benar. Pengalaman menjadi komting termasuk salah satu pengalaman yang berkesan bagi saya. Setelah satu tahun berlalu akhirnya saya harus melepas jabatan ini karena harus bergantian dengan yang lain, disatu sisi saya merasa senang karena serasa berakhirlah satu beban dipundak saya dan saya akhirnya bisa fokus ke kuliah saja, namun disisi lain sepertinya sedih juga harus melepas posisi ini karena pasti bakal kangen sama kegiatan setahun belakangan ini. Inilah kiranya beberapa manfaat yang saya dapatkan ketika menjadi komting diantaranya adalah selalu paling update untuk segala bentuk info dibanding mahasiswa lain, kemungkinan besar bisa lebih dekat dengan dosen, punya peluang juga untuk mendapat nilai tambahan, lebih dikenal oleh teman-teman mahasiswa yang lain, melatih kepemimpinan, tanggungjawab, kesabaran serta kedisiplinan, dan lain sebagainya. Sebelumnya saya  mengucapkan terimakasih kepada Allah SWT yang senantiasa memberikan angin segar bagi saya sehingga saya bisa menjadi pribadi yang tegar dan teman-teman yang sudah support selama saya menjadi komting sehingga pada akhirnya saya bisa menyelesaikan tanggungjawab saya sampai masa jabatan saya habis. Saya tidak bisa bilang bahwa selama saya memimpin semuanya senantiasa aman, tertib dan lancar dalam perkuliahan, sebagai manusia biasa saya tidak bisa menjamin semuanya itu. Semoga dengan sudah terpilihnya komting baru yang menggantikan saya dapat membawa perubahan yang kian baik untuk kelas tercinta, semangat terus untuk Bu Kom yang baru. Hidup Mahasiswa !!!

Cukup sekian ceritaku. Thanks for reading. I love you guys. Silahkan kalo mau komen siapa tahu ente-ente pada ada pengalaman sama kaya ane bisa nambahin dikomen apa sih suka dan dukanya jadi KOMTING... hehehe :D

Friday, October 30, 2015

Motor yang Horor





Begini awal mulanya, pada suatu hari yang cerah aku berangkat kuliah dengan menunggangi motor maticku seperti biasa, sampai suatu saat aku mulai tersadar “lhooo ini motor kok nggak bisa diajak ngebut ya, kok jalannya terlalu anggun gitu bahkan terkesan lemot gitu padahal aku sudah nge-GAS POL.. masak iya tetep nggak mau nambah juga kecepatannya masih konstan 40km/jam nggak kaya biasanya, WHAT HAPPEN ini eleuh-eleuh?. wah bisa-bisa telat ini ke kampusnya aduduhh...” Sambil berusaha beradaptasi dengan motor ini saya terus melaju mengarungi jalanan dengan kecepatan seadanya yang motor ini bisa -_-

Pada hari berikutnya ada suatu acara yang cukup penting di keluarga aku karena ada acara pernikahan abangku, saat itu hari sabtu di hari itu apes banget aku ada kuliah tambahan full dari pagi sampai sore, akhirnya sebelum perkuliahan selesai aku memutuskan untuk ijin pulang duluan karena benar-benar waktunya udah mepet banget, aku bisa telat nanti ke acara itu, langsung aku pulang kerumah dengan ngebut seadanya, ngenesnya -_-. Sesampainya dirumah aku bermake-up ala kadarnya dengan busana yang cukup cetar membahana dan langsung tancap gas OTW bersama rombongan keluarga melancong ke lokasi yg lagi ada hajatan itu, aku bersama si bungsu mengendarai motor matic yang horor ini, aduhai rasanya meresahkan sekali takutnya ini motor mogok dijalanan gimana cobaaa.....nggak bisa ngebayangin!!! Dijalanan saat semuanya melesat cepat dengan motor-motor mereka, saya hanya mengelus dada karena tidak bisa mengimbangi kecepatan mereka. Rasanya aku ingin berantem ama ini motor ihh malu-maluin aku banget deh kesannya, aku kan uda tampil maksimal dengan dandanan bak artis cantik maudy ayunda gini, masak motor aku kayak gitu coba kelakuannya situ bayangkan dan rasakan kalau jadi aku. Nggak hanya itu, ini motor saking horornya pas aku gas pol gitu sampai tangan aku rasanya kaya ngetrail gitu, ini motor malah ngegodain aku dengan jalan yang mendat-mendut kayak uler keket yang manja abis kalo jalan. Ini motor horor banget sumpah !!!. Dengan gaya jalan ini motor yang kayak gitu bikin aku sama si bungsu nggak bisa nahan tawa juga akhirnya, geli banget ngerasain gaya jalan ini motor *hehe*:D . Oh Em Ji. Dengan perjuangan yang ekstra akhirnya aku bisa mendarat di tempat tujuan dengan selamat,sentosa,sejahtera... yeyeyyyyee :D

Pada hari yang lain, karena aku sudah tidak sanggup dengan kondisi motorku yang horor bahkan terkesan angker ini , aku konsultasi sama ummik dan beliau menyarankan untuk “udahlah diservise aja mbak, kan udah lama motornya enggak diservice.Terakhir kapan si itu service, aduh udah lama banget kaan yaa, sana service aja besok atau kapan bisanya terserah !!!”. Akhirnya nggak usah nunggu lama-lama keesokan harinya aku bawa ini motor masuk bengkel motor langganan, paling males sebenernya nunggu beginian, apalagi kalo enggak ada temen ngobrol, bete banget sumpah. Akhirnya setelah hampir sejam nunggu ini motor selesai juga diservice setelah melalui tahap uji coba segala, kemudian selanjutnya aku melakukan transaksi pembayaran di kasir. Selesai... :)

Beberapa hari kemudian, setelah aku service ini motor oke gasnya udah enak nggak mendat-mendut lagi dan aku udah nyaman cukup puas juga dengan hasil servicenya. Tapi tiba-tiba kok kaya ada suara ledakan didalam knalpot motor aku yang bunyinya prrroood...prooottt... prrrrooot... Suara ledakan di knalpot itu sumpah sukses bikin aku dan orang-orang disekitar pada jantungan saking kagetnya sama itu suara ledakan yang mendadak muncul. Apa si ini motor pake kentut segala, yaelah. Lho kumat lagi ini motor, aduh horornya kumat... WARNING !!! Atas semua problema itu, ummik mendesak aku untuk melarikan ini motor ke RSJ *hehe apaan si* ralat maksud dibawa ke bengkel itu lagi buat dibenerin, soalnya waktu itu mbak-mbaknya bagian admin pernah bilang gini “mbaknya kalo ada masalah sama motornya lagi, misal kurang enak gasnya atau gimana nanti bisa kesini lagi karena kita ada garansi satu minggu setelah service!!!” akhirnya aku pun kembali mendatangi TKP *hehe* curhat sama mbak-mbaknya tentang segala keluh kesah motorku. “mbak ini mbak aku kemarin uda service motor tapi motornya kok jadi bunyi prooott-proooddd-prrroootf atau apalah itu mbak di knalpotnya, kaya suara ledakan gitu jadi kesannya kaya motornya kentut gitu mbak *hehe* aduhh kenapa ya mbak kira-kira..?” sambil aku menyodorkan nota pembayaran yang kemarin. “ohh gitu yaa mbak.. mbaknya silahkan ditunggu dulu ya mbak” kata mbak-mbaknya bagian admin. Akhirnya aku menunggu lagi dan lagi, males banget digini’in tapi ya emang prosedurnya kaya gitu. Sejam berlalu motorku pun akhirnya sudah selesai di otak-atik sama montirnya alias diservice tinggal melakukan tahap uji coba, setelah semua sesi selesai selanjutnya aku ke bagian admin dan alhamdulilah ternyata gratisss-tisss-tisss... nggak ada tambahan bayar lagi... yeyeyeeyyy.. :D . dan yang paling penting suara nembak atau ledakan di knalpot motornya uda sembuh, motorku uda keren lagi *hehe*, dan yang pasti uda enggak horor...^_^


Friday, October 16, 2015

Fakta menunjukkan bahwa kesehatan masuk dalam dunia bisnis


Dikutip dari :

Buku : The Doctor “catatan hati seorang dokter”

Oleh : Triharnoto

Penerbit : Pustaka Anggrek

Edisi ke II tahun 2010


Obat dan teknologi kesehatan adalah industri (halaman 40)

........................

........................

Mengapa harga obat dengan kandungan zat aktif mirip tetapi memiliki harga yg berbeda ??? salah satu yg bisa menjelaskan adalah krn biaya penelitian utk menemukan obat itu sangat mahal, belum lagi termasuk biaya produksi dan non produksinya. Komponen biaya non produksi misalnya utk pemasaran dan juga berapa persen perusahaan yg memproduksi dalam mengambil keuntungan dari harga obat tersebut.


Siapa yg tahu ???? Setelah dokter memberi resep, pasien harus menebus dengan sejumlah harga di apotek. Tentu saja, tidak hanya pabrik obat yg mendapat keuntungan tetapi juga apotek-apotek yg melayani obat tersebut. harga yg keluar sebagai harga yg dibayar pasien adalah harga akhir, setelah melewati sistem mata rantai yg panjang, mulai dari harga bahan baku, ongkos produksi, marketing dan distribusi tentunya.


Di indonesia memang ada pabrik pembuat obat (mitu dan generik), tetapi sebagian bahan bakunya impor dari luar negeri. Bahkan yg paling sederhana yaitu parasetamol,bahan bakunya masih impor. Harga barang impor dipengaruhi oleh kurs mata uang bukan ??? lalu bagaimana dg biaya non produksi??? biaya operasional, biaya administrasi, biaya pemasaran (termasuk promosi) dan satu hal yg selalu menjadi masalah tak terpecahkan di indonesia-----yaitu biaya siluman perizinan.... KOLUSI ??? semua biaya itu pada akhirnya dibebankan kepada pasien dan menyebabkan harga obat menjadi mahal.  Siapa yg tahu ???


Ada beberapa jenis obat yang beredar di pasaran yaitu obat paten (dg merk dagang tertentu sesuai produsennya) yang terdiri dari obat original dan mitu serta obat generik. Hal yg mungkin mempengaruhi harga obat adalah adanya monopoli obat-obat yg baru ditemukan (obat paten). Tidak banyak yg tahu bahwa dalam dunia farmasi, penemuan obat-obat baru membutuhkan biaya sangat mahal, yaitu untuk proses penelitian dan uji coba, hingga obat tersebut bisa aman dipakai dalam pengobatan. obat paten adalah hak paten yang diberikan kepada industri farmasi pada obat baru yang ditemukannya berdasarkan riset Industri farmasi tersebut diberi hak paten untuk memproduksi dan memasarkannya, setelah melalui berbagaii tahapan uji klinis sesuai aturan yang telah ditetapkan secara internasional. Obat yang telah diberi hak paten tersebut tidak boleh diproduksi dan dipasarkan dengan nama generik oleh industri farmasi lain tanpa izin pemilik hak paten selama masih dalam masa hak paten. Setelah monopoli berlalu maka perusahaan lain boleh membuat/memproduksi tiruan obat paten tersebut sebagai mitu atau generiknya. Obat mitu “mee too drug” adalah suatu entitas kimia baru yg memiliki struktur molekul dan mekanisme aksinya mirip tetapi tidak identik dg obat original yg sebagai pioneernya.


secara gamblang tidak perlu ada yg disembunyikan, kita semua tidak akan pernah mampu mengontrol harga obat. Faktanya kesehatan telah menjadi industri. Oleh karna itu ivan illich, dalam medical nemesis – the exploration of health, mengatakan bhw industri medis telah menjadi anacaman besar bagi kesehatan. Pada level global, dunia kesehatan sudah memasuki ideologi kapitalisme, demikian pula nampaknya di negara kita. Peran pemerintah yg kuat dibutuhkan utk menentukan harga obat, namun demikian hal itu tdk mudah terjadi kecuali di negara-negara yg menganut paham sosialis. Boleh saja kita menolak bhw kesehatan masuk dalam wilayah ekonomi, tetapi fakta menunjukkan bhw kesehatan masuk dalam dunia bisnis. Terdapat transaksi besar dalam industri ini.

........................

.......................

Hari ini aku nggak sengaja mampir ke perpustakaan dan nemu buku ini langsung pengen baca. Ini buku isinya bagus, aku sendiri baru baca beberapa lembar doang sebenernya tapi bagus kok isinya aku suka bisa nambah wawasan, buku ini cocok dibaca bagi para insan yang berkecimpung di dunia medis atau masyarakat umum yang kepengen tahu tidak masalah kalau mau baca............. recommended