Friday, May 16, 2014

Tentang Kekuasaan dan Jabatan





“Kekuasaan/jabatan adalah suatu amanah, yang akan dimintai pertanggungjawabnya diakhirat kelak.....”
“Kekuasaan/ jabatan hanya akan menyusahkan dan menyesalkan.. ... kecuali  bagi yg dapat melaksanakan amanahnya, dan dapat melaksanakan apa yg menjadi tugasnya.....”

Kurang lebih demikian kutipan kalimat yang saya peroleh ketika saya berkesempatan singgah sebentar di sebuah Masjid suci bernama Masjid At-Taqwa dijalanan dekat sebuah minimarket di kawasan sekitar pekajangan, masih daerah pekalongan.

Siang itu aku hendak pulang ke rumah setelah selesai study di kampus, dan ku sempatkan tuk singgah sebentar di sebuah masjid, tuk menunaikan ibadah solat dhuhur yg waktunya udah mepet banget, dan juga sembari menunggu tiba waktu Ashar. Kulihat-lihat sudut-sudut dalam masjid itu, kudapati sebuah “BLACK BOARD” di pojokan depan teras masjid. Black board-nya dipenuhi tulisan-tulisan berbahasa Arab disertai terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Itu berisi sabda Rasulullah tentang sebuah Jabatan/ kekuasaan yg sekarang-sekarang ini menjadi sangat diperebutkan oleh semua orang apalagi oleh para politikus-politikus jagad raya.

        Hemmm, ironis memang. Mereka memperebutkan sebuah jabatan/ kekuasaan yg manisny a hanya sekejap setelah itu hanya pahit yg dirasa. Pahit ketika harus mempertanggungjawabkan penyelewengan-penyelewengan terhadap apa yg sebenarnya diamanahkan kepadanya dalam masa kepemimpinannya di akherat kelak, yg  itu menjadi hal yg pasti. Kebanyakan orang,ingin berkuasa, itu semata-mata hanya untuk merauk untung sendiri atau keuntungan untuk kelompok-kelompok tertentu saja. Jarang sekali ada pemimpin yg benar-benar memimpin untuk kepentingan bersama dan mewujudkan apa yg menjadi tugasnya yaitu yg diamanahkan kepadanya. Dan itulah realitanya sekarang. Sungguh ironis bukan.

Padahal kalo dipikir-pikir untuk menjadi pemimpin itu bukanlah suatu hal yg mudah. Karena seorang pemimpin memiliki beban yg sangat berat. Yaitu melaksanakan apa yg diamanahkan kepadanya. Seorang pemimpin haruslah berwibawa , pandai dan beriman. Itu penting. Karena dengan kewibawaannya, maka seorang pemimpin mampu memimpin dengan sebaik-baiknya dan dapat dihormati oleh rakyatnya. Dan seorang pemimpin itu haruslah pandai , dengan kepandaiannya itu maka pemimpin memiliki pola pikir  yg hebat dengan visi misi yg berkualitas, itu tentu saja dapat membangun untuk kemajuan negara yg dipimpinnya. Jelas tidak mungkin seorang negara memiliki pemimpin yg bodoh. Karena akan rusak negara tersebut oleh karena kepemimpinannya yg tidak becus. Dan yg terpenting dari seorang pemimpin yaitu ia harus beriman kepada Tuhan YME. Ini mutlak perlu. Karena hancurlah suatu negara bila pemimpinnya tiada beriman. Sebab mereka yg beriman itu jelas bermoral. Dan mereka yg beriman itu jelas tahu bagaimana harus menjadi pimpinan dan pemimpin yg baik. Bukankah begitu???

Kudapati sebagian pemimpin itu mengalami frustasi. Entahlah mengapa demikian. Bukankah sebelum ia menjabat menjadi pemimpin dia sudah tahu resiko-resiko, suka maupun dukanya menjadi seorang pemimpin. Bukankah sebelum menjadi pemimpin seharusnya sudah tahu mana yg harus dipentingkan terlebih dahulu, yaitu mengutamakan kepentingan bersama bukan individu atau kelompok tertentu saja. Tahukah kau sobat??? Kita semua adalah calon pemimpin, entah itu pemimpin untuk diri kita sendiri, orglain, bangsa, maupun negara kita. Jadi , ketika kamu menjadi pemimpin, maka jadilah pimpinan yg baik dan bertakwa kepada YME untuk mencegah kekhilafan-kekhilafan yg mungkin akan kamu hadapi nantinya. Ingatlah bahwasanya kekuasaan maupun jabatan itu adalah amanah yg mana kamu berkewajiban untuk menyampaikannya dan menindakkannya. Dan ingatlah pula bahwasanya jabatan dan kekuasaan itu hanyalah titipan semata, maka janganlah kamu terlalu bangga karenanya.
#salammmm semangattt calon pemimpin yg Budiman . . . !!!
Kalian . . .

No comments:

Post a Comment