“Kekuasaan/jabatan
adalah suatu amanah, yang akan dimintai pertanggungjawabnya diakhirat
kelak.....”
“Kekuasaan/
jabatan hanya akan menyusahkan dan menyesalkan.. ... kecuali bagi yg dapat melaksanakan amanahnya, dan dapat
melaksanakan apa yg menjadi tugasnya.....”
Kurang lebih demikian
kutipan kalimat yang saya peroleh ketika saya berkesempatan singgah sebentar di
sebuah Masjid suci bernama Masjid At-Taqwa dijalanan dekat sebuah minimarket di
kawasan sekitar pekajangan, masih daerah pekalongan.
Siang itu aku hendak pulang ke rumah setelah selesai study di
kampus, dan ku sempatkan tuk singgah sebentar di sebuah masjid, tuk menunaikan ibadah
solat dhuhur yg waktunya udah mepet banget, dan juga sembari menunggu tiba
waktu Ashar. Kulihat-lihat sudut-sudut dalam masjid itu, kudapati sebuah “BLACK
BOARD” di pojokan depan teras masjid. Black board-nya dipenuhi tulisan-tulisan
berbahasa Arab disertai terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Itu berisi sabda
Rasulullah tentang sebuah Jabatan/ kekuasaan yg sekarang-sekarang ini menjadi
sangat diperebutkan oleh semua orang apalagi oleh para politikus-politikus
jagad raya.
Hemmm, ironis memang. Mereka
memperebutkan sebuah jabatan/ kekuasaan yg manisny a hanya sekejap setelah itu
hanya pahit yg dirasa. Pahit ketika harus mempertanggungjawabkan
penyelewengan-penyelewengan terhadap apa yg sebenarnya diamanahkan kepadanya
dalam masa kepemimpinannya di akherat kelak, yg itu menjadi hal yg pasti. Kebanyakan orang,ingin
berkuasa, itu semata-mata hanya untuk merauk untung sendiri atau keuntungan
untuk kelompok-kelompok tertentu saja. Jarang sekali ada pemimpin yg
benar-benar memimpin untuk kepentingan bersama dan mewujudkan apa yg menjadi
tugasnya yaitu yg diamanahkan kepadanya. Dan itulah realitanya sekarang.
Sungguh ironis bukan.
Padahal kalo
dipikir-pikir untuk menjadi pemimpin itu bukanlah suatu hal yg mudah. Karena
seorang pemimpin memiliki beban yg sangat berat. Yaitu melaksanakan apa yg
diamanahkan kepadanya. Seorang pemimpin haruslah berwibawa , pandai dan
beriman. Itu penting. Karena dengan kewibawaannya, maka seorang pemimpin mampu
memimpin dengan sebaik-baiknya dan dapat dihormati oleh rakyatnya. Dan seorang
pemimpin itu haruslah pandai , dengan kepandaiannya itu maka pemimpin memiliki
pola pikir yg hebat dengan visi misi yg
berkualitas, itu tentu saja dapat membangun untuk kemajuan negara yg
dipimpinnya. Jelas tidak mungkin seorang negara memiliki pemimpin yg bodoh.
Karena akan rusak negara tersebut oleh karena kepemimpinannya yg tidak becus.
Dan yg terpenting dari seorang pemimpin yaitu ia harus beriman kepada Tuhan
YME. Ini mutlak perlu. Karena hancurlah suatu negara bila pemimpinnya tiada
beriman. Sebab mereka yg beriman itu jelas bermoral. Dan mereka yg beriman itu
jelas tahu bagaimana harus menjadi pimpinan dan pemimpin yg baik. Bukankah
begitu???
Kudapati sebagian pemimpin itu mengalami frustasi. Entahlah
mengapa demikian. Bukankah sebelum ia menjabat menjadi pemimpin dia sudah tahu
resiko-resiko, suka maupun dukanya menjadi seorang pemimpin. Bukankah sebelum
menjadi pemimpin seharusnya sudah tahu mana yg harus dipentingkan terlebih
dahulu, yaitu mengutamakan kepentingan bersama bukan individu atau kelompok
tertentu saja. Tahukah kau sobat??? Kita semua adalah calon pemimpin, entah itu
pemimpin untuk diri kita sendiri, orglain, bangsa, maupun negara kita. Jadi ,
ketika kamu menjadi pemimpin, maka jadilah pimpinan yg baik dan bertakwa kepada
YME untuk mencegah kekhilafan-kekhilafan yg mungkin akan kamu hadapi nantinya.
Ingatlah bahwasanya kekuasaan maupun jabatan itu adalah amanah yg mana kamu
berkewajiban untuk menyampaikannya dan menindakkannya. Dan ingatlah pula bahwasanya
jabatan dan kekuasaan itu hanyalah titipan semata, maka janganlah kamu terlalu
bangga karenanya.
#salammmm semangattt calon pemimpin yg Budiman . . . !!!
Kalian . . .
No comments:
Post a Comment